#Random #SideStories #UntoldStories

Home Forums Historia #Random #SideStories #UntoldStories

  • This topic is empty.
Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #1830
    editor
    Keymaster

    (Kikin Tarigan)

    FOMASI AWAM KATOLIK

    Rm Rijckevorsel, SJ dalam semangat Konsili Vatikan II mendirikan Katholieke Society Bond, yang kemudian berkembang menjadi Aktie Katholieke, melahirkan cikal bakal organisasi Awam Katolik.

    Yang oleh para murid Rm Van Lith, SJ dalam semangat Pro Ecclesia Et Patria mewujud menjadi Partai Katolik, Wanita Katolik, Pemuda Katolik, PMKRI, ISKA dan Universitas Katolik.

    Mgr. Soegijapranata bersama Sekretarisnya Jhon Dijksta, SJ dan juga Joseph Beek, SJ membangun Gerakan Pancasila, terwujud dalam Asrama Realino, Gerakan Pancasila (Ikatan Buruh Pancasila, Ikatan Petani Pancasila, Ikatan Medis Pancasila dll).

    Partai Katolik, Realino dan Gerakan Pancasila, berikut Ormas2 Katolik menginisiasi Kompas, CSIS, Bina Swadaya, PPM, Prasetyamulya, Bhumiksara dll.

    Tokoh2 Katolik tadi bersama Kader2nya mendirikan organisasi2 SDKI, PKDI, Forkoma, Formappi, KPPOD, Koperasi 1946, Gerakan Satu Bangsa dll.

    Apa pelajarannya?? Menarik direnungkan….

    (Kikin Tarigan)

    POLITIK ETIS dan ELITE KATOLIK PERDANA

    Politik Etis, adalah politik Balas Budi kepada Negara Jajahan, yg dimotori Partai Katolik di Belanda (sebagai Penguasa Parlemen).

    Ratu Wilhemina, menerapkannya pada 1901. Setelah diterapkan, mengalami penyimpangan dan mendapat kritik, juga atas desakan dan dukungan Rm Van Lith di Indonesia, dibentuk Volksraad (1916) juga kemudian juga dipaksa masuk delegasi Bumiputera pada 1918, (Soejadi, kemudian Kasimo/Indische Katholiek Partij), Partai Kristen, Boedi Utomo, Syarekat Islam dll.

    Dalam hal pendidikan, Rm Van Lith (1918) mendorong ditingkatkannya dana pendidikan yg dapat dimanfaatkan golongan Bumi Putera, yg kemudian dimanfaatkan juga oleh Islam Moderat Muhammadiyah (sekolah non pesantren) juga Sekolah Perempuan Kartini.

    Khusus elit Katolik terdidik (yg bersekolah di Kolese Xaverius) selanjutnya akan menjadi kesempatan emas utk dapat duduk dalam elit politik (parlemen, pemerintahan dan kemasyarakatan).

    FS. Hariadi, IJ Kasimo, Soejadi dan istrinya Maria Soejadi, Sartono Kartodirdjo, St. Moenadjat Danuseputro, Lo Shiang Hien Ginting dan Frans Seda juga Mgr Soegijapranata, Yos Sudarso dan Cornel Simanjuntak adalah murid langsung dan tidak langsung dari Rm Van Lith.

    Tidak dapat dilupakan peran keluarga Rijckevorsel dan Schumutzer.

    Relasi Partai Katolik, Partai Katolik (Belanda) dan Tahta Suci Vatikan menjadi salah satu kekuatan juga yg mendorong terbentuknya elite Katolik untuk berbagai kepentingan Indonesia.

    Tentang perbedaan cara Van Lith dan Hovenaars, dibahas khusus

Viewing 1 post (of 1 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.