SOAL KEADILAN

Home Forums Historia PMKRI dan Kelompok Cipayung SOAL KEADILAN

  • This topic is empty.
Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #8027
    rinividivici
    Member

    SOAL KEADILAN

    Edisi : 16/03
    Tanggal : 1973-06-23
    Halaman : 09
    Rubrik : NAS
    Penulis :
    Sumber :

    APA kabar, Indonesia Yang Kita Cita-citakan? Hanya dua kali
    berdiskusi di Cipayung, habis itu belum kedengaran lagi suara
    organisasi-organisasi mahasiswa GMNI, GMKI, HMI dan PMKRI.
    Mungkin lantaran asyik mengikuti fusi partai-partai politik,
    yang pernah menjadi tumpuan harapan mereka. Lebih-lebih bagi
    GMNI, sebelum organisasi ekstra-universiter itu membuyarkan
    tali-temali organisasi itu dengan Front Marhaenis-PNI. Tapi dua
    rninggu setelah Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia
    (PMKRI) memperingati ulang-tahun ke-26, 25 Mei yang lalu, pidato
    Dies Natalis Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Chris Siner
    Key Timu (32 tahun) kembali minta didengar. Dirayakan 11 Juni
    minggu lalu, di depan wartawan dan beberapa bekas Ketua PMKRI –
    Cosmas Batubara dan Saverinus Suardi–, sarjana geografi IKIP
    Bandung itu mengecam “sebahagian pemimpin dan pejabat, yang
    secara menyolok berlombalomba untuk menjadi kaya dan mewah dalam
    waktu yang singkat melalui cara-cara yang sangat tidak terpuji”.
    Suatu pertanda, bahwa “Indonesia yang dicita-citakan”
    peserta-peserta Diskusi Cipayung, masih jauh dari kenyataan.

    ; “Dimensi Keadilan”, begitu pendapat Pengurus Pusat PMKRI Santo
    Thomas Aquines, “belum mendapatkan tempat yang selayaknya dalam
    proses Pembangunan yang sedang berlangsung kini, bahkan masih
    jauh daripada yang diharapkan”. Sebab “kita baru berada dalam
    taraf pembicaraan dan perumusan mengenai ‘keadilan yang kita
    cita-citakan. Kita belum membina secara sungguh-sungguh,
    walaupun kita menyadari bahwa dimensi keadilan ini adalah salah
    satu soko guru bagi Perumalin Bangsa yang sedang kita bangun”.

    ; Buruh miskin. Sebagai organisasi mahasiswa yang erat hubungannya
    dengan dunia pendidikan, tentu saja soal itu mendapat sorotan
    tajam. Salah satu sebab utama kemacetan pembangunan dalam bidang
    Pendidikan menurut bekas guru SMA dari pulau yang baru terserang
    musibah – Flores — , adalah “karena dia mendapatkan proporsi
    yang kurang, bahkan tidak adil dari Anggaran Belanja Negara,
    jika dilihat vitalnya bidang ini sebagai sarana untuk membina
    dan membangun manusia Pembangun” .

    ; Masih dalam suasana yang sama, Chris menyayangkan, “bahwa dalam
    keadaan yang langsung memukul sebahagian besar rakyat ini,
    wakil-wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat begitu lamban, tidak
    .punya inisiatif, tidak punya kreatifitas dan dinamika untuk
    mencegah jangan sampai beban rakyat kecil yang diwakilinya
    semakin bertambah berat”. Dan di depan satusatunya anggota
    DPR/MPR yang hadir pada malam itu, Cosmas Batubara, Ketua PMKRI
    yang masa jabatannya bakal berakhir tahun ini menyesalkan “janji
    kampanye. Pemilu 1971 ternyata tidak begitu ditepati”.

Viewing 1 post (of 1 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.