Studi Kasus: RUA Online, Bisakah?

Home Forums Transformasi Organisasi Studi Kasus: RUA Online, Bisakah?

Tagged: 

  • This topic is empty.
Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #7758
    rinitintin
    Moderator

    Perhimpunan yang sehat bisa dipastikan menyelenggarakan Rapat Umum Anggota (RUA) minimal dua kali dalam setahun – untuk menetapkan anggota baru, dan untuk menetapkan mandataris baru.

    Saat RUA, Anggota Biasa berkumpul di sekretariat (atau lokasi pertemuan lainnya yang telah ditentukan) untuk membicarakan agenda-agenda penting demi keberlangsungan perhimpunan.

    Namun pada kondisi New Normal, di mana disarankan orang tidak berkumpul dalam jumlah banyak, apalagi dalam waktu lama, RUA jadi sulit dilakukan.

    Mungkinkan menyelenggarakan RUA secara online?

    Menurutku, sangat mungkin. Selama syarat dasar penyelenggaraaan Rapat Umum Anggota tetap terpenuhi.

    Dan sejauh ini, menurutku syarat pentingnya ada 2, yaitu keabsahan penyelenggara RUA dan keabsahan kuorum RUA.

    Mari kita cek.

    * Syarat penyelenggara RUA sah.

    adalah:
    – Diajukan oleh DPC.
    – dst.

    RUA “New Normal” toh tetap diselenggarakan oleh DPC (atau pun syarat lainnya seperti yg diatur dalam ARTC).

    Artinya masih selaras dengan aturan yang sudah ada.

    * Syarat kuorum RUA sah.

    adalah:
    – Dihadiri minimal 20 orang Anggota Biasa dan yang hadir setuju penyelenggaraan RUA.
    – dst.

    RUA “New Normal” toh tetap dihadiri minimal 20 orang Anggota Biasa (atau pun syarat lainnya seperti yg diatur dalam ARTC).

    Artinya masih selaras dengan aturan yang sudah ada.

    Di luar itu, kita juga bisa membuat tambahan syarat-syarat teknis untuk memperkuat keabsahan online. Misal:

    – Satu akun, satu orang.
    Bukan satu akun dipakai berdua, bertiga, dst. Untuk memastikan jumlah kehadiran.

    – Tiap orang masuk dengan akun pribadinya.
    Bukan seseorang masuk pakai akun orang lain. Untuk memastikan identitas yg bersangkutan.

    – Pada saat diskusi, video boleh off. Untuk menghemat kuota internet.

    – Tapi pada saat voting, video wajib on. Untuk memastikan bahwa pemberi suara adalah benar yg bersangkutan.

    – Setelah terpilih Ketua Sidang, Sekretaris Sidang, dan Anggota Pimpinan Sidang, langsung diberi akses Host/Co-host (Zoom, Meet versi Suite).

    – Tata cara bicara:
    Video aktif, angkat tangan di layar (Meet).
    Video aktif, Raise hand (Zoom).

    – Tata cara interupsi:
    Mengaktifkan audio, menyebutkan jenis interupsi (Meet, Zoom).

    – Tata cara pengambilan suara:
    Voting terbuka, menyebutkan setuju/tidak setuju di chat (Meet, Zoom).
    Voting tertutup, menggunakan pool (Zoom), menggunakan link form yang disharing (Meet).

    – Ketuk palu sidang untuk keputusan, diganti dengan ketuk mic.

    Dan seterusnya.

    Dengan demikian, kehormatan dan keabsahan RUA tetap terjaga tanpa mengabaikan kesehatan para Anggota Biasa sendiri.

    Ada pendapat lain?

Viewing 1 post (of 1 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.